Tampilkan postingan dengan label #haripahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #haripahlawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Desember 2021

ISLAM DAN PANCASILA

e-koran pmii rayon ibnu sina (Yogi Saputra)

EDISI 011 (Sabtu 11 Desember 20210). Islam merupakan sebuah agama universal, ia bukan sekedar pelaksanaan ibadah kepada Tuhan, melainkan merupakan bentuk pelaksanaan hubungan kebajikan antara sesama makhluk juga kepada alam ciptaan Tuhan. Dalam telaah Islam sebagai konsep yang utuh tersebut telah menimbulkan perdebatan ideologis filosofis dalam hubungannya dengan negara. Telaah atas hubungan antara Islam dengan Pancasila dan Negara Hukum menjadi menarik untuk dikaji setidaknya disebabkan oleh dua hal:

    Pertama, bahwa hubungan antara Islam dan negara selalu berada dalam wacana perdebatan apabila diklaitkan dengan landasan filosofis negara Pancasila. Para ideolog baik kaum Islamis dan Nasionalis tampak telah memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memandang hubungan antara ideologi Islam dengan ideologi Pancasila. Untuk itu menjadi menarik untuk dikaji apakah tidak terdapat titik taut diantara keduanya.

    Perdebatan antara kedua kutub ideologis sudah mulai diperdebatkan sejak masa awal kemerdekaaan, ketika merumuskan dasar negara, masa Demokrasi Liberal ketika terjadi sidang Konstituante yang merumuskan landasan dasar negara sebelum akhirnya Presiden Soekarno memutuskan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Perdebatan antara dua kutub ideologis tidak saja berhenti pada tataran negara akan tetapi juga muncul pada tataran masyarakat yang meyakini Pancasila sebagai sebuah konsep final dan bulat, dan kutub lain yaitu kutub yang memperjuangkan konsep Islam sebagai konsep yang harus diletakkan dan diperjuangkan sebagai landasan filosofis negara

    Kedua, Pemahaman antara Islam dan konsep hukum selalu dikaitkan dengan dua kutub yang berbeda, kutub syariah dan kutub barat. Keduanya dihadirkan dalam bentuk yang berhadapan, saling diartikan sebagai dua kutub yang berhadapan sekaligus tolak belakang. Kutub negara hukum yang berasal dari konsep machstaat yang berasal dari kutub hukum sekuler barat dan kutub islam yang merupakan hukum Tuhan. Untuk itulah perlu dikaji lebih dalam akankah kedua kutub tersebut saling berhadapan dan tolak belakang, ataukah kedua kutub saling mengisi satu sama lain.

    Pemahaman terjadinya benturan antara hukum Islam (Syariah) dan hukum negara hingga kini masih terus muncul. Beberapa kelompok masyarakat melihat bahwa hukum Islam haruslah diletakkan sebagai landasan hukum negara Indonesia, sehingga pembangunan nasional hukum Indonesia belumlah final karena belum terlaksananya hal tersebut. Kelompok nasionalis melihat bahwa pembangunan hukum Indonesia telah sesuai dengan tempatnya karena ia menganggap bahwa Indonesia bukanlah negara Islam. Meletakkan bangunan hukum Islam sebagai hal yang tidak pada tempatnya.

    Diskursus Islam dan Pancasila sebagai sebuah ideologi di indonesia menarik untuk dikaji, untuk itu dalam bagian ini akan diulas serta dianalisis sila-sila Pancasila dalam kaitan dengan Islam melalui ayat-ayat Quran. Quran digunakan sebagai pisau analisis dalam tulisan ini karena ia adalah sumber acuan tertinggi dalam ranah hukum Islam. Ideologi Islam selalu mengacu kepada hukum tertingginya yang digunakan pula sebagai Grundnorm dalam konsep hukum Islam. Mengkaitkan keduanya dengan membedah sila serta ayat memiliki tujuan untuk melihat titik taut selain itu juga dikaji apakah terdapat benturan filosofis diantara keduanya.


Peserta Diklatpimnas II 

PTKIN SE-INDONESIA

TAHUN 2021

Rabu, 08 Desember 2021

RAYON IBNU SINA MENGGELAR MENGGALANGAN DANA

 

e-koran pmii rayon ibnu sina

EDISI 010 (Rabu 08 Desember 2021). Untuk saudara-saudara kita yang terkena Dampak banjir bandang di Lombok Barat dan Bima, Nusa Tenggara Barat, dan juga terdampak bencana erupsi Gunung Semeru.Untuk bagian NTB meluas. Kini, sedikitnya 10.701 rumah tangga di 45 kelurahan yang ada di 10 kecamatan terdampak. Tercatat 5 warga meninggal akibat kejadian ini.Untuk itu kami mengajak sahabat-sahabat untuk mengikuti penggalangan dana untuk saudara-saudara kita yang terkena banjir karena "Sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi orang lain". Sambil menerapakan Hablum Minannas saling membantu satu sama lain.

Selasa, 09 November 2021

SELAMAT HARI PAHLAWAN

doc.e-koran rayon ibnu sina


Edisi 004 (Rabu 10 November 2021). sebagai pemuda yang merupakan ujung tombak perubahan,kita sebagai pemuda harus mampu melawan  penjajahan didunia sekarang harus ad perlawanan dari sekelompok pemuda kebanyakan kita lihat sekarang kita sudah mulai dijajah dibodohi oleh negara sebelah,yang menguasai ekonomi atau sistem globalisasi peran kita sebagai kaum muda mampu melawan segala jajahan karena negara ini telah dimerdakan oleh pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bela belaan demi negara kita tercinta ini,sekarang kita sebagai pemuda mampu mempertahankan kemerdekaan ini ,jangan sampai penjajahan dinegara kita ini lagi terjadi kita harus menjaga kesatuan dan keutuhan bhenika tunggal ika, di hari pahlawan ini mari kita sama merenung atas perjuangan pahlawan yang telah gugur mendahului kita,mari kita semua slalu kompak dalam menjaga nkri jangan sampai ada penjajahan lagi dibangsa ini agar para pahlawan yang telah gugur tidak tersedih melihat negara mereka dijajah lagi,apabila negara dijajah lagi itu adalah suatu kesalahan dari pemuda zaman sekarang yang tidak memperhatikan negara ini,mari kita sebagai pemuda untuk bergerak melawan penjajahan yanh masih berada di bangsa ini,kita sebagai pemuda harus bergerak melangkah ,membuat ide" yang lebih baru lagi sehingga otak" kita tidak mudah dipropokasi atau dijual" gunakan pikiran kita sebagai manusia yang cerdas dan mampu sehingga kita tidak mudah untuk dijajah oleh orang orang yang ingin merusak bangsa ini

#TAQWA INTELEKTUL PROFESIONAL


MAHARAJA SANI

ketua Rayon

SEKOLAH KADERISASI RAYON IBNU SINA

  (e-koran rayon ibnu sina) Edisi:013 Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ibnu Sina ke 15 Komisariat UIN Mataram Men...